Mengenal Pivot Table di Excel Tingkat Dasar Untuk Pemula

Excel adalah salah satu aplikasi yang sangat populer dan berguna dalam dunia bisnis, pendidikan, atau kehidupan sehari-hari. Excel dapat membantu kita dalam mengolah data, melakukan perhitungan, membuat grafik, atau membuat laporan. Namun, terkadang kita menghadapi data yang sangat besar, kompleks, atau beragam yang sulit untuk dianalisis atau disajikan dengan cara biasa. Di sinilah pivot table dapat membantu kita.

Pivot table adalah fitur Excel yang memungkinkan kita untuk meringkas, mengelompokkan, menyortir, atau memfilter data dengan mudah dan cepat. Pivot table juga memungkinkan kita untuk membuat laporan yang interaktif, dinamis, dan fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. Pivot table juga dapat digunakan untuk membuat dashboard atau visualisasi data yang menarik dan informatif.

Namun, bagaimana cara membuat dan menggunakan pivot table di Excel? Apa saja komponen-komponen yang terdapat dalam pivot table? Bagaimana contoh penggunaan pivot table dalam bisnis? Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang pivot table di Excel tingkat dasar untuk pemula. Hal-hal tersebut adalah:

  • Apa itu pivot table
  • Manfaat pivot table
  • Komponen pivot table
  • Contoh penggunaan pivot table dalam bisnis

Mari kita bahas satu per satu hal-hal tersebut.

Apa itu pivot table

Pivot table adalah sebuah tabel yang dapat mengubah atau memutar data dari sumber data asli menjadi bentuk yang lebih ringkas, terstruktur, atau bermakna. Pivot table dapat dibuat dari data yang tersimpan di Excel, seperti worksheet, tabel, atau named range. Pivot table juga dapat dibuat dari data yang berasal dari sumber eksternal, seperti database, file teks, atau web.

Untuk membuat pivot table di Excel, kita perlu melakukan langkah-langkah berikut:

  • Memilih data yang ingin kita buat menjadi pivot table. Pastikan data tidak memiliki baris atau kolom kosong dan memiliki header atau judul untuk setiap kolom.
  • Klik tab Insert pada ribbon Excel dan pilih PivotTable pada grup Tables.
  • Pada kotak dialog Create PivotTable, pilih lokasi tempat kita ingin menempatkan pivot table. Kita dapat memilih New Worksheet untuk membuat pivot table di lembar kerja baru atau Existing Worksheet untuk membuat pivot table di lembar kerja yang sudah ada.
  • Klik OK untuk membuat pivot table.

Setelah itu, kita akan melihat tampilan pivot table yang masih kosong dan panel PivotTable Fields yang berisi daftar nama kolom dari sumber data. Kita dapat menyeret dan menjatuhkan nama-nama kolom tersebut ke area yang sesuai untuk membuat laporan pivot table sesuai dengan keinginan kita.

Manfaat pivot table

Pivot table memiliki banyak manfaat bagi pengguna Excel, terutama dalam hal analisis dan presentasi data. Beberapa manfaat pivot table adalah:

  • Pivot table dapat meringkas data yang besar atau kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
  • Pivot table dapat mengelompokkan data berdasarkan kategori tertentu, seperti tanggal, wilayah, produk, atau pelanggan.
  • Pivot table dapat menyortir data berdasarkan urutan tertentu, seperti ascending (A-Z), descending (Z-A), atau custom (sesuai kebutuhan).
  • Pivot table dapat memfilter data berdasarkan kriteria tertentu, seperti top 10 items, above average, contains text, atau custom (sesuai kebutuhan).
  • Pivot table dapat melakukan perhitungan terhadap data dengan menggunakan fungsi-fungsi tertentu, seperti sum (jumlah), count (hitung), average (rata-rata), min (minimum), max (maksimum), atau custom (sesuai kebutuhan).
  • Pivot table dapat membuat laporan yang interaktif, dinamis, dan fleksibel yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhan dengan menggunakan slicer atau timeline.
  • Pivot table dapat membuat dashboard atau visualisasi data yang menarik dan informatif dengan menggunakan chart atau sparkline.

Komponen pivot table

Pivot table terdiri dari beberapa komponen utama yang perlu kita ketahui agar dapat menggunakan pivot table dengan baik. Komponen-komponen tersebut adalah:

  • Row Labels: area yang menampilkan nama-nama kolom yang digunakan untuk mengelompokkan data secara horizontal. Contoh: Tahun, Bulan, Produk, atau Pelanggan.
  • Column Labels: area yang menampilkan nama-nama kolom yang digunakan untuk mengelompokkan data secara vertikal. Contoh: Wilayah, Kategori, atau Jenis.
  • Values: area yang menampilkan hasil perhitungan terhadap data yang dipilih. Contoh: Jumlah Penjualan, Rata-Rata Harga, atau Persentase Laba.
  • Report Filter: area yang menampilkan nama-nama kolom yang digunakan untuk memfilter data yang ditampilkan. Contoh: Tahun, Bulan, Produk, atau Pelanggan.
  • Slicer: alat bantu yang berupa kotak-kotak yang menampilkan nilai-nilai dari kolom tertentu yang dapat digunakan untuk memfilter data dengan cara mengkliknya. Contoh: Slicer Tahun, Slicer Bulan, Slicer Produk, atau Slicer Pelanggan.
  • Timeline: alat bantu yang berupa garis waktu yang menampilkan nilai-nilai dari kolom tanggal yang dapat digunakan untuk memfilter data dengan cara menyeretnya. Contoh: Timeline Tahun, Timeline Bulan, Timeline Hari, atau Timeline Jam.
  • Chart: alat bantu yang berupa grafik yang menampilkan visualisasi data dari pivot table dengan menggunakan berbagai jenis grafik, seperti column, bar, line, pie, atau scatter. Contoh: Chart Penjualan per Wilayah, Chart Penjualan per Produk, Chart Penjualan per Bulan, atau Chart Penjualan per Pelanggan.
  • Sparkline: alat bantu yang berupa grafik mini yang menampilkan tren data dari pivot table dengan menggunakan jenis grafik line, column, atau win/loss. Contoh: Sparkline Penjualan per Bulan, Sparkline Penjualan per Produk, Sparkline Penjualan per Wilayah, atau Sparkline Penjualan per Pelanggan.

Video berikut mengulas pivot tabel secara mendalam, dijamin Anda mahir pivot table dalam 30 menit:

Contoh penggunaan pivot table dalam bisnis

Pivot table dapat digunakan dalam berbagai bidang bisnis untuk menganalisis dan menyajikan data dengan mudah dan cepat. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan pivot table dalam bisnis:

  • Pivot table dapat digunakan untuk menganalisis penjualan berdasarkan berbagai dimensi, seperti wilayah, produk, pelanggan, waktu, atau kategori. Pivot table dapat membantu kita untuk mengetahui produk apa yang paling laku di wilayah mana, pelanggan mana yang paling loyal atau menguntungkan, kapan waktu terbaik untuk menjual produk tertentu, atau kategori apa yang paling diminati oleh pasar.
  • Pivot table dapat digunakan untuk menganalisis biaya berdasarkan berbagai dimensi, seperti departemen, proyek, aktivitas, waktu, atau sumber daya. Pivot table dapat membantu kita untuk mengetahui departemen mana yang paling boros atau efisien dalam mengelola biaya, proyek mana yang paling menghabiskan atau  menghemat biaya, aktivitas mana yang paling membutuhkan atau menghasilkan biaya, waktu mana yang paling padat atau sepi dalam mengeluarkan biaya, atau sumber daya mana yang paling banyak atau sedikit digunakan dalam biaya.
  • Pivot table dapat digunakan untuk menganalisis kinerja berdasarkan berbagai dimensi, seperti karyawan, tim, divisi, target, waktu, atau indikator. Pivot table dapat membantu kita untuk mengetahui karyawan mana yang paling produktif atau berkualitas dalam bekerja, tim mana yang paling solid atau kompetitif dalam mencapai target, divisi mana yang paling berkontribusi atau menguntungkan bagi perusahaan, target apa yang paling realistis atau menantang untuk dicapai, waktu apa yang paling optimal atau kritis untuk bekerja, atau indikator apa yang paling relevan atau penting untuk mengukur kinerja.
  • Pivot table dapat digunakan untuk menganalisis kepuasan pelanggan berdasarkan berbagai dimensi, seperti produk, layanan, harga, kualitas, waktu, atau feedback. Pivot table dapat membantu kita untuk mengetahui produk apa yang paling memuaskan atau mengecewakan pelanggan, layanan apa yang paling diapresiasi atau dikritik oleh pelanggan, harga apa yang paling sesuai atau tidak sesuai dengan pelanggan, kualitas apa yang paling diharapkan atau tidak diharapkan oleh pelanggan, waktu apa yang paling cepat atau lambat dalam melayani pelanggan, atau feedback apa yang paling positif atau negatif dari pelanggan.

Kesimpulan

Pivot table adalah fitur Excel yang sangat berguna dan bermanfaat dalam menganalisis dan menyajikan data dengan mudah dan cepat. Pivot table dapat membantu kita dalam meringkas, mengelompokkan, menyortir, memfilter, atau melakukan perhitungan terhadap data dengan cara yang sederhana dan fleksibel. Pivot table juga dapat membantu kita dalam membuat laporan yang interaktif, dinamis, dan menarik dengan menggunakan slicer, timeline, chart, atau sparkline.

Untuk membuat dan menggunakan pivot table di Excel tingkat dasar untuk pemula, kita perlu mengetahui beberapa hal berikut:

  • Apa itu pivot table
  • Manfaat pivot table
  • Komponen pivot table
  • Contoh penggunaan pivot table dalam bisnis

Dengan mengetahui hal-hal tersebut, kita dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan kita dalam menggunakan Excel sebagai alat bantu dalam mengolah data. Kita juga dapat meningkatkan kualitas hasil kerja atau prestasi kita dengan menggunakan pivot table sebagai alat bantu dalam menganalisis dan menyajikan data. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan buat kalian yang ingin langsung praktek lengkap bisa tonton vide berikut ya, ini pakarnya pivot table Mas Ignasius Ryan.

One thought on “Mengenal Pivot Table di Excel Tingkat Dasar Untuk Pemula”

  1. Dear Minsti

    Minta rekomendasi kalo di kota pontianak untuk belajar / kursus excel tingkat advance / pivot table yg bagus, terpercaya dan bersertifikat dimana ya

    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *