Siapa Pencetus Big Data? Ini Penjelasan Singkatnya

Big data adalah salah satu fenomena yang paling menarik dan menantang di era digital saat ini. Big data mengacu pada kumpulan data yang sangat besar dan kompleks yang tidak bisa diolah dengan cara biasa. Big data memiliki potensi untuk memberikan wawasan dan nilai bagi berbagai bidang, seperti bisnis, pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.

Namun, siapa sebenarnya yang pertama kali mencetuskan istilah big data? Siapa yang membuat istilah ini populer dan dikenal luas? Dan siapa yang berkontribusi dalam mengembangkan teknologi dan metode untuk mengolah big data?

Baca: Pengertian Big Data.

Dalam artikel ini, kita akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan cara yang mudah dipahami dan menarik. Kita akan membahas siapa pencetus big data, apa latar belakang dan motivasi mereka, dan apa dampak dan pengaruh mereka.

John R. Mashey: Bapak Big Data

John R. Mashey adalah seorang ilmuwan komputer dan mantan eksekutif di Silicon Graphics Inc. (SGI), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang grafis komputer dan superkomputer. Mashey adalah orang yang paling banyak dikreditkan sebagai pencetus istilah big data.

Menurut beberapa sumber12, Mashey mulai menggunakan istilah big data sejak awal tahun 1990-an dalam percakapan-percakapan di meja makan siang di SGI. Mashey menggunakan istilah ini untuk menggambarkan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para pelanggan SGI yang memiliki data dalam jumlah dan jenis yang besar dan bervariasi.

Mashey juga menggunakan istilah ini dalam berbagai presentasi, artikel, dan laporan yang ia buat atau ikuti. Salah satu contoh adalah sebuah laporan berjudul “Big Data and the Next Wave of InfraStress” yang ia tulis bersama Jim Gray, seorang ilmuwan komputer terkenal, pada tahun 19983. Laporan ini membahas tentang bagaimana big data mempengaruhi infrastruktur komputasi dan apa solusi-solusi yang dibutuhkan.

Mashey adalah orang yang membuat istilah big data populer dan dikenal luas di kalangan ilmuwan komputer, teknisi, dan pelaku industri. Ia juga adalah orang yang menginspirasi banyak orang untuk meneliti dan mengembangkan teknologi-teknologi untuk mengolah big data.

Roger Mougalas: Penama Big Data

Roger Mougalas adalah seorang jurnalis dan analis teknologi yang bekerja di O’Reilly Media, sebuah perusahaan penerbitan dan media yang berfokus pada teknologi informasi. Mougalas adalah orang yang pertama kali menamakan istilah big data secara resmi.

Menurut sebuah artikel di Datafloq4, Mougalas menciptakan istilah big data pada tahun 2005, hanya setahun setelah O’Reilly Media menciptakan istilah Web 2.0. Mougalas menggunakan istilah ini untuk mengacu pada sebuah set data yang hampir tidak mungkin dikelola dan diproses menggunakan alat-alat bisnis intelijen tradisional.

Mougalas juga menggunakan istilah ini dalam berbagai publikasi, konferensi, dan acara yang ia buat atau ikuti. Salah satu contoh adalah sebuah konferensi berjudul “O’Reilly Strata Conference: Making Data Work” yang ia rancang bersama Edd Dumbill, seorang editor teknologi, pada tahun 2011. Konferensi ini membahas tentang bagaimana big data dapat memberikan manfaat bagi berbagai bidang.

Mougalas adalah orang yang pertama kali menamakan istilah big data secara resmi dan memberikan definisi awalnya. Ia juga adalah orang yang mempromosikan istilah ini kepada publik luas melalui media-media O’Reilly.

Francis X. Diebold: Pengklaim Big Data

Francis X. Diebold adalah seorang ekonom dan profesor di University of Pennsylvania, sebuah universitas terkemuka di Amerika Serikat. Diebold adalah orang yang mengklaim bahwa ia telah mencetuskan istilah big data sebelum orang lain.

Menurut sebuah makalah yang ia tulis dengan judul “I Coined the Term ‘Big Data’”, Diebold mengatakan bahwa ia telah menggunakan istilah big data sejak tahun 2000, dalam sebuah presentasi yang ia berikan di sebuah konferensi ekonomi. Diebold menggunakan istilah ini untuk mengacu pada data-data keuangan yang memiliki volume, variasi, dan kecepatan yang tinggi.

Diebold juga mengatakan bahwa ia telah menggunakan istilah ini dalam berbagai publikasi, seperti sebuah artikel yang ia tulis bersama Kamil Yilmaz, seorang kolega profesor, pada tahun 2003. Artikel ini membahas tentang bagaimana big data dapat digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara pasar keuangan global.

Diebold adalah orang yang mengklaim bahwa ia telah mencetuskan istilah big data sebelum orang lain dan memberikan definisi awalnya. Ia juga adalah orang yang menunjukkan bahwa big data dapat digunakan untuk berbagai tujuan ekonomi.

Kesimpulan

Big data adalah istilah yang memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Istilah ini telah digunakan oleh berbagai orang dari berbagai bidang dan latar belakang. Istilah ini juga telah berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi.

Siapa pencetus big data? Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Namun, kita dapat mengenal beberapa orang yang berperan penting dalam mencetuskan, menamakan, mempopulerkan, dan mengembangkan istilah ini. Mereka adalah John R. Mashey, Roger Mougalas, dan Francis X. Diebold.

Mereka adalah orang-orang yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan big data sebagai fenomena, istilah, dan disiplin ilmu. Mereka juga adalah orang-orang yang memberikan dampak dan pengaruh bagi berbagai bidang, seperti komputer, teknologi, media, ekonomi, dan lain-lain.

Iklan

Melalui Template ini Kamu Akan Belajar Membangun 1 Miliar Pertama yang Terencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *