revolusi industri 4.0

Siapkah Kita Mengahapi Ledakan dan Tantangan Revolusi Industri 4.0?

Revolusi industri 4.0 memasuki babak baru yang semakin seru, tidak hanya menghadirkan peluang namun juga sekaligus tantangan, siapkah kita menghadapinya?

Saat ini, siapa sih yang gak melek internet? Emak-emak aja udah pada gunakan internet buat jualan. Pak tukang juga udah pada nawarin jasa pake internet… so internet of thing (IoT) memang menjadi semakin menarik sekaligus menantang di era revolusi Industri 4.0.

Era Revolusi Industri 4.0 saat ini mempengaruhi banyak sektor industri. Kehadiran teknologi canggih ini tentu saja menuntut semua pihak untuk bersaing. Namun fenomena tersebut dapat menimbulkan ketidakseimbangan antara mereka yang bisa beradaptasi dengan cepat dan mereka yang bisa beradaptasi dengan lambat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional) Bambang Brodjonegoro seperti dikutip pada Kompas.com dalam acara “ASEAN Workshop on the 4th Industrial Revolution: Artificial Intelligence Implementation in Energy Efficiency, Cyber ​​Security, and Agriculture “online, Selasa (24/11/2020).

Acara yang digelar pada 24-25 November 2020 ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia pada pertemuan ASEAN COSTI 76 2019 yang diselenggarakan di Bali tahun lalu.

Hasil acara hari ini akan menjadi acuan untuk tindak lanjut proyek hingga penyusunan apa yang disebut “ASEAN Innovation Roadmap” dan pengembangan “Future Regional Makalah Konsep Penelitian Bersama Kecerdasan Buatan di ASEAN “.

“Untuk mencapai tujuan ini, saya yakin program ini akan secara efektif menggalang kontribusi kontribusi kami untuk mengatasi isu-isu mendasar terkait dengan kekhawatiran perubahan cepat yang ditimbulkan oleh Revolusi Industri 4.0,” kata Sekretaris Riset dan Teknologi.

Ia menjelaskan, Indonesia yang tergabung dalam ASEAN telah berperan aktif di COSTI melalui Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kepada Menristek, arti penting revolusi industri 4.0 bagi ASEAN harus jelas, yaitu membuat ASEAN melakukan sesuatu yang lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan lebih kompetitif di posisi global.

Artikel terkait:   Pengertian Big Data menurut Para Ahli: Konsep, Sejarah, Penerapan, Manfaat dan Cara Kerja Big Data

“Jika kita bekerja sama dalam optimisme untuk mengembangkan inovasi untuk tujuan yang sama, kita akan bersama-sama meninggalkan warisan yang sangat penting untuk disaksikan dunia,” kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang.

revolusi industri 4.0

Menyusun langkah-langkah menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Dalam kegiatan ini, negara-negara anggota ASEAN COSTI telah sepakat dan berkomitmen untuk merumuskan langkah-langkah untuk mempersiapkan negara-negara ASEAN menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan menuju masyarakat industri ke-5.

Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai indikator kebutuhan bersama yang harus dipersiapkan untuk disruptive technology, mengidentifikasi iptek, dan inovasi.

Tentunya apa yang didanai dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan menentukan pembagian kerja antar negara yang menjadi koordinator negara untuk bidang / sektor yang teridentifikasi sesuai dengan keunggulan dan kemampuan masing-masing negara.

Menurut Ketua ASEAN COSTI Prof. Andy Hor, ini merupakan bentuk kerjasama dan kolaborasi dengan anggota ASEAN COSTI untuk mencapai tujuan bersama.

Workshop ini mengundang berbagai narasumber dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk berbagi ilmu dan perspektif.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Menristek: Negara ASEAN bersama Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/edu/read/2020/11/26/050700671/menristek–negara-asean-bersama-hadapi-tantangan-revolusi-industri-4.0.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *