Pas ngisi bensin di SPBU, kira-kira apa yang anda pikirkan? Banyak deh… trus pas mau isi berapa dan pake bensin atau pertalite? Biasanya gitu tanya petugasnya dan untungnya Anda menjawab pertalite.
Bisa jadi karena premiun atau bensin lagi kosong atau Anda sudah sadar bahwa disarankan untuk mengisi bbm dengan bensin ron90 atau ron92. Jika anda sengaja isi pertelite maka itu sudah baik, namun jika karena bensin kebetulan habis, pikirkan kembali kebiasaan Anda.
Jika dibiarin, bisa jadi mesin mobil yang jadi korban.
Indikator Cek Mesin Menyala
Indikator ”engine check” yang nongol pada panel instrumen mobil tak hanya disebabkan karena ada murni gangguan terhadap sensor-sensor, tetapi bisa juga karena mengisi bahan bakar kualitas buruk, atau di bawah rekomendasi pabrikan.
Misalnya, mobil disarankan minimal pakai bensin RON 92, tapi terus-menerus diisi bensin RON 88. Kalau menurut Rusdi Sopandi, Manajer Mekanik misterbrum.id, masalah akan timbul dalam jangka waktu yang panjang, atau tidak spontan timbul gejala aneh.
”Biasanya efek agak lama. Pada knalpot atau exhaust manifold kan ada sensor O2 (oksigen), yang fungsinya mendeteksi kadar bakar ’rich’ atau ’lean’. Jika tidak sesuai, indikator engine check akan menyala, memberitahukan bahwa bakan bakar tidak sesuai dengan mesin,” kata Rusdi.
Efek Mengisi BBM yang Tidak Disarankan
Lalu, apa efeknya jika diteruskan? Pada beberapa kasus, menurut Rusdi, sistem sensor mobil akan bermasalah sebagai rentetan dari penggunaan bensin kualitas buruk.
Misalnya, kerusakan sensor knocking yang mendeteksi gejala ”ngelitik”. Sensor MAF juga akan terganggu, begitu juga sensor injektor dan sensor air flow meter.
”Beli bensin mahal sedikit, tapi kemungkinan kena efek buruk jadi minimal. Kalau sensor-sensor itu sudah kena, cukup mahal biayanya,” ucap Rusdi.
So, masih mau kayak gini, ngisi bbm yang gak disarankan, trus mesin yang jadi taruhannya? Gak dong. Bagus, Anda layak dapat bintang.