money, coin, investment, business, finance, bank, currency, loan, cash, mortgage, banking, wealth, value, buy, savings, success, growth, invest, economy, credit, market, payment, deposit, debt, money, money, money, money, money, business, finance

Mengenal Fungsi NPV di Excel: Pengertian, Cara Kerja, dan Contoh untuk Pemula

Kalau kamu bekerja di bidang keuangan, bisnis, atau bahkan sedang menilai kelayakan sebuah investasi, kamu pasti akan sering mendengar istilah NPV (Net Present Value). Istilah ini terdengar teknis, tapi sebenarnya konsepnya sangat sederhana:
NPV membantu kamu menghitung apakah suatu investasi itu menguntungkan atau tidak, dengan mempertimbangkan nilai uang hari ini.

Dalam artikel ini, kamu akan belajar:

  • Apa itu NPV

  • Kenapa NPV penting dalam keuangan

  • Fungsi NPV di Excel

  • Contoh perhitungan sederhana
    Semua dijelaskan dengan gaya ringan, cocok untuk pemula.

Apa Itu NPV?

NPV (Net Present Value) adalah metode untuk menghitung nilai sekarang dari serangkaian arus kas di masa depan, lalu dibandingkan dengan biaya investasi awal.

Kenapa “nilai sekarang”?
Karena uang hari ini lebih berharga daripada uang besok.
Dengan NPV, kita menghitung berapa sih nilai semua keuntungan di masa depan jika dihitung dengan nilai rupiah saat ini.

Rumus umumnya:

  • Jika NPV > 0 → investasi layak, menguntungkan

  • Jika NPV < 0 → investasi merugikan

  • Jika NPV = 0 → impas

Mengapa NPV Penting?

NPV sering dipakai untuk:

  • menilai kelayakan bisnis baru,

  • analisis pembelian aset (mesin, kendaraan, proyek),

  • investasi properti,

  • investasi saham atau obligasi,

  • perhitungan return jangka panjang,

  • dan perencanaan keuangan perusahaan.

Dengan NPV, kamu tidak sekadar menebak-nebak.
Kamu bisa mengambil keputusan berdasarkan data dan angka.

Fungsi NPV di Excel

Excel menyediakan fungsi NPV yang mempermudah perhitungan.
Sintaksnya:

=NPV(rate, value1, value2, ...)

Keterangan:

  • rate = tingkat diskonto (misal: bunga bank, cost of capital, tingkat pengembalian yang diharapkan)

  • value1, value2 = arus kas di tiap periode (biasanya per tahun)

Catatan penting:
Biaya investasi awal (uang keluar di awal) harus ditambahkan secara manual di luar fungsi NPV.

Contoh Kasus Sederhana: Investasi Mesin Baru

Misalnya sebuah perusahaan ingin membeli mesin baru seharga Rp100 juta. Mesin ini akan menghasilkan cash flow seperti berikut:

Tahun Arus Kas (Rp)
1 40.000.000
2 35.000.000
3 30.000.000

Perusahaan menggunakan tingkat diskonto 10% (0,1).

Langkah hitung NPV di Excel:

1. Hitung nilai sekarang arus kas masa depan

Gunakan rumus:

=NPV(0.1, 40000000, 35000000, 30000000)

Misalnya hasilnya adalah:

Rp86.100.000

2. Masukkan biaya awal

NPV total:

=NPV hasil – biaya awal
= 86.100.000100.000.000
= –13.900.000

Interpretasi

NPV = negatif
→ Proyek merugikan, tidak layak diambil.

Dengan perhitungan simple ini saja, perusahaan bisa menghindari investasi yang salah.

Contoh Kasus: Investasi Properti Kos-kosan

Misalnya kamu mau investasi kos-kosan dengan modal awal Rp300 juta.
Perkiraan pendapatan bersih tahunan:

  • Tahun 1: Rp50 juta

  • Tahun 2: Rp55 juta

  • Tahun 3: Rp60 juta

  • Tahun 4: Rp65 juta

  • Tahun 5: Rp70 juta

Asumsikan tingkat diskonto 12% (0,12).

Rumus NPV di Excel:

=NPV(0.12, 50000000, 55000000, 60000000, 65000000, 70000000)

Misalnya hasilnya:

= Rp210.800.000

Hitung total NPV:

= 210.800.000 – 300.000.000
= –89.200.000

Interpretasi

NPV negatif → investasi tidak menarik
(Kecuali kamu mempertimbangkan faktor tambahan seperti kenaikan nilai tanah atau manfaat lain.)

Contoh Kasus: Proyek dengan NPV Positif

Investasi awal: Rp150 juta
Cash flow 4 tahun:

  • 60 juta

  • 55 juta

  • 50 juta

  • 45 juta

Diskonto: 8%

=NPV(0.08, 60000000, 55000000, 50000000, 45000000)

Misalnya hasil:

= Rp179.500.000

NPV total:

179.500.000 – 150.000.000 = +29.500.000

Kesimpulan:

NPV positif → proyek menguntungkan.

Tips Pemula agar Tidak Salah Menggunakan NPV

1. Taruh investasi awal di luar fungsi NPV

Ini kesalahan umum pemula.

2. Pastikan tingkat diskonto realistis

  • Bisa pakai bunga deposito

  • Bisa pakai biaya modal (WACC)

  • Bisa pakai tingkat return minimal yang kamu inginkan

3. Cash flow harus konsisten periodenya

Jika per tahun → semuanya per tahun
Jika per bulan → rate juga harus per bulan

4. Jangan lupa risiko

NPV hanya perhitungan matematis, bukan jaminan pasti untung.

Kesimpulan

Fungsi NPV di Excel adalah alat penting untuk menganalisis kelayakan investasi.
Dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas masa depan, kamu bisa menentukan apakah sebuah proyek menghasilkan keuntungan atau justru merugikan.

NPV cocok digunakan untuk:

  • proyek bisnis,

  • pembelian aset,

  • investasi properti,

  • analisis keuangan perusahaan,

  • rencana investasi pribadi.

Dan yang paling menarik:
Rumusnya sangat sederhana, tapi dampaknya besar dalam pengambilan keputusan.

Iklan

Melalui Template ini Kamu Akan Belajar Membangun 1 Miliar Pertama yang Terencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *