woman, man, discussion, difference, relationship, reference, link, dependency, connection, correlation, connected, communication, relation, disharmony, division, enmity, contrariety, collision, conflict, litigation, friction, dispute, aversion

Memahami Fungsi CORREL – Definisi, Kegunaan, dan Contoh Penerapan

Ketika bekerja dengan angka dan data di Excel, sering kali kita ingin mengetahui hubungan antara dua variabel. Misalnya: Apakah peningkatan biaya promosi berhubungan dengan naiknya jumlah penjualan? Atau apakah jam lembur berkaitan dengan turunnya produktivitas karyawan?

Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kamu bisa memakai satu fungsi penting yang sering dipakai oleh analis data, peneliti, hingga staf keuangan, yaitu fungsi CORREL.

Dalam tutorial ini, kita akan membahas mulai dari definisi, cara kerja, hingga contoh penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari dengan bahasa yang tetap ramah untuk pemula.

Apa sih Fungsi CORREL itu?

CORREL adalah fungsi Excel yang digunakan untuk menghitung koefisien korelasi Pearson antara dua kumpulan data.

Koefisien korelasi adalah angka antara –1 sampai +1 yang menunjukkan seberapa kuat dan searah hubungan dari dua variabel.

Secara sederhana:

  • +1 → hubungan positif sempurna
    (jika variabel A naik, variabel B juga naik dengan pola yang sama)

  • 0 → tidak ada hubungan
    (kenaikan A tidak memberi prediksi apa pun terhadap B)

  • –1 → hubungan negatif sempurna
    (jika A naik, B turun dengan pola yang sama)

Contoh mudah:

  • Semakin besar angka tinggi badan → semakin besar angka berat badan (korelasi positif).

  • Semakin banyak hujan → semakin sedikit turis datang (korelasi negatif).

  • Nomor sepatu dan nilai ujian → tidak berkorelasi (korelasi mendekati nol).

Rumus Dasar CORREL dalam Excel

Sintaksnya sangat sederhana:

=CORREL(array1, array2)

array1 → kumpulan angka pertama
array2 → kumpulan angka kedua

Syarat penting:

  • Jumlah data pada array1 dan array2 harus sama panjang.

  • Data harus berupa angka (teks tidak dihitung).

Kapan Kita Membutuhkan CORREL?

Fungsi CORREL sangat berguna dalam berbagai bidang pekerjaan:

a. Bisnis & Marketing

  • Melihat hubungan antara biaya iklan dan penjualan.

  • Apakah diskon tinggi berkaitan dengan meningkatnya jumlah transaksi?

  • Menilai dampak jumlah kunjungan website terhadap jumlah pembelian.

b. HR & Pengelolaan SDM

  • Korelasi antara jam lembur dan produktivitas.

  • Hubungan antara tingkat pelatihan dengan performa.

c. Keuangan

  • Hubungan return dua saham (analisis portofolio).

  • Pengaruh inflasi terhadap biaya operasional.

d. Pendidikan

  • Hubungan jumlah jam belajar dan nilai ujian siswa.

e. Operasional

  • Korelasi antara jumlah tenaga kerja dengan output produksi.

Intinya, CORREL membantu kamu menjawab pertanyaan penting:
“Apakah variabel A mempengaruhi variabel B?”

Contoh Kasus: Biaya Promosi vs Penjualan

Mari kita coba kasus paling umum dalam pekerjaan kantor:
mengukur seberapa besar hubungan antara biaya promosi dan jumlah penjualan.

Misalnya kamu punya data seperti berikut:

Bulan Biaya Promosi (Rp juta) Penjualan (unit)
Jan 20 350
Feb 25 410
Mar 22 380
Apr 30 450
Mei 28 430

Letakkan di Excel:

  • A2:A6 → Biaya Promosi

  • B2:B6 → Penjualan

Untuk mencari korelasi:

=CORREL(A2:A6, B2:B6)

Jika hasilnya misalnya:

0,92

Artinya:

  • Ada hubungan positif yang sangat kuat antara biaya promosi dan penjualan.

  • Semakin besar biaya promosi → semakin tinggi jumlah penjualan.

  • Korelasi kuat (mendekati 1).

Ini tidak menyimpulkan sebab-akibat langsung, tapi menunjukkan pola hubungan yang signifikan.

Contoh Kasus HR: Jam Lembur vs Produktivitas

Data:

Karyawan Jam Lembur Skor Produktivitas
A 12 78
B 10 80
C 20 65
D 15 70
E 8 85

Rumus:

=CORREL(B2:B6; C2:C6)

Jika muncul nilai:

-0,88

Kesimpulan:

  • Ada hubungan negatif kuat antara lembur dan produktivitas.

  • Makin banyak lembur → produktivitas cenderung turun.

  • Data bisa menjadi dasar kebijakan HR untuk mengatur batas lembur.

Contoh KAsus Keuangan: Korelasi Return Saham

Misal kamu ingin menilai apakah dua saham bergerak searah.

Data return harian:

Hari Saham A Saham B
1 0,8% 0,85%
2 –0,5% –0,4%
3 0,9% 0,7%
4 –1,0% –0,8%
5 0,5% 0,55%

Rumus:

=CORREL(B2:B6;C2:C6)

Jika hasilnya:

0,98

Ini artinya:

  • Pergerakan kedua saham sangat selaras.

  • Portofolio yang berisi dua saham ini tidak memberikan diversifikasi optimal karena risikonya cenderung bergerak bersama.

Tips Penting untuk Pemula

a. Pastikan jumlah data sama

Jika array1 punya 10 data dan array2 hanya 8, CORREL akan error.

b. Jangan campur teks dengan angka

Excel akan melewatkan teks dan hasilnya bisa bias.

c. Ingat bahwa korelasi ≠ sebab-akibat

Hanya karena dua variabel berkorelasi, bukan berarti satu menyebabkan yang lain.

Misalnya:

  • Konsumsi es krim dan jumlah orang tenggelam meningkat di musim panas.

  • Korelasinya tinggi, tapi satu tidak menyebabkan yang lain.

d. Perhatikan nilai korelasi

Pedoman umum:

Nilai Interpretasi
0,9 – 1,0 Korelasi sangat kuat
0,7 – 0,89 Kuat
0,4 – 0,69 Sedang
0,1 – 0,39 Lemah
0 Tidak ada korelasi
Nilai negatif Hubungan berlawanan arah

e. Gunakan chart untuk verifikasi

Selain angka, buat scatter plot agar hubungan lebih mudah dilihat visualnya.

Kapan Correl Tidak Tepat Dipakai?

Fungsi CORREL tidak cocok untuk:

  • Menghitung hubungan non-linear (misalnya hubungan melengkung).

  • Data kategori (misal: ya/tidak, besar/kecil).

  • Situasi di mana data sangat sedikit (korelasi bisa salah).

Untuk pemula, tidak masalah  tapi penting untuk memahami batasannya.

Kesimpulan

Fungsi CORREL adalah alat sederhana namun sangat bermanfaat untuk memahami hubungan antara dua variabel numerik di Excel. Dengan rumus yang singkat dan hasil yang mudah dipahami, CORREL membantu kamu membuat keputusan berdasarkan data, bukan asumsi.

Kamu bisa memakai CORREL untuk:

  • melihat hubungan biaya promosi dan penjualan,

  • menganalisis kinerja karyawan,

  • memantau pergerakan saham,

  • menilai hubungan antar variabel di laporan keuangan,

  • dan berbagai analisis lainnya.

Jika kamu baru belajar Excel, fungsi ini adalah langkah awal yang bagus untuk memahami analisis data secara lebih profesional.

Iklan

Melalui Template ini Kamu Akan Belajar Membangun 1 Miliar Pertama yang Terencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *