Mengenal Pontianak, Dulunya Kota Hantu Kini Menjadi Kota yang Maju dan Berbudaya
source image: pontianakite.com
Banyak
orang yang mengenal kota Pontianak sebagai kota hantu, karena asal mula kota
yang dimulai 245 tahunan yang lalu ini memang banyak hantu kuntilanaknya. Konon
saat pertama kali membuka hutan untuk pembangunan pemukiman, warga pekerja
selalu di ganggu hantu bernama Kuntilanak pada saat malam hari.
Namun
kini, pontianak dapat dikatakan sebagai kota yang sudah maju. Baik dari sisi
peradaban, pembangunan, serta kemajuan usaha. Hal ini dibuktikan dibukanya
Ayani Mega Mall (mall terbesar di Pontianak), sejumlah hotel berbintang seperti
Mercure, Mahkota, Kapuas Palace, Orchart dan lainnya.
Melihat
pembangunan infrastuktur yang kita memadai di Pontianak, makanya layak jika
kita menyebut Pontianak
kota wisata paling menarik di Indonesia, terlebih pada bulan oktober ini
akan merayakan hari jadi yang ke 245.
Diusia
yang terbilang tua ini (lebih dari 2 abad) Pontianak tentunya terus berbenah,
baik dari sisi pelayanan publik, fasilitas penunjang, infrastruktur, hingga
tempat wisata yang tentunya bisa memanjakan wisatawan domestik maupun manca
negara.
Ada
banyak hal menarik yang saya amati di Pontianak, terlebih geliat startup yang
mulai menunjukan eksistensinya. Belum lagi banyaknya pengusaha muda yang juga
ikut meramaikan dunia usaha di Pontianak. Namun hal ini tidak bisa kita
lepaskan dari pengembangan sumber saya manusia yang semakin hari semakin baik.
Ada
beberapa indikator penting dari kemajuan sebuah kota yaitu geliat usaha perdagangan
meningkat, pembangunan infrastuktur semakin memadai, tingkat kemacetan rendah,
bencana alam mudah di tanggulangi, banyaknya pusat perbelanjaan tradisional
& modern di bangun, kehadiran hotel berbintang & mall dan tingkat
kemakmuran penduduknya semakin baik dengan ditandai daya beli yang tinggi.
Namun
mengenal Pontianak memang tak bisa lepas dari sejarahnya yang sudah melekat
secara luas yaitu sebagai kota hantu.
Kini,
dengan kemajuan yang semakin pesat tentu perlahan stigma yang dulunya mistis
perlahan memudar dan yang pasti Pontianak menjadi kota yang ramah untuk hunian
dan investasi serta tempat berwisata.
Bagi
Anda (pembaca) yang sudah pernah ke Pontianak atau mungkin saat ini ada di
Pontianak, atau bahkan tinggal di Pontianak, pasti kota ini menyimpan sejuta
kenangan, seperti syair lagu Aek Kapuas: Sungai Kapuas Punye Cerite, Bile Kite
Minom Aeknya, biarpon pergi jaoh kemana, pasti susah nak melupakannye…
Kota
pontianak juga memiliki keragaman suku, budaya, bahasa dan kultur masyarakatnya
namun bisa membaur dan menyatu dalam keberagaman. Jadi mari kita selalu menjaga
keberagaman ini agar Pontianak menjadi kota yang semakin menarik sesuai
semboyan Indonesia, Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda namun tetap satu).

 

Salam!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *